Senin, 20 November 2017

Tugas 3 PEND. KEWARGANEGARAAN (MKDU4111)

Tugas 3
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas!
1.      Mengapa demokrasi banyak menjadi pilihan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara?
2.      Apa yang dimaksud HAM berdimensi ganda?
3.      Bagaimana pandangan teori relativitas kultural dalam melihat nilai-nilai HAM?
4.      Berikan contoh nilai-nilai HAM?
Jawaban :
1.      Demokrasi penghargaan terhadap individu dan hak asasi manusia. Demokrasi merupakan sistem dan tatanan yang dipandang mampu menampung segala permasalahan dan aspirasi yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat . Demokrasi adalah sebuah nilai yang memberikan kebebasan dan partisipasi masyarakat. Dengan demokrasi para warga negara dapat dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan. Setiap individu berhak menentukan segala hal yang dpata mempengaruhi kehidupannya, baik dalam personal maupun sosial. Demokrasi juga adalah cara yang efektif untuk mengontrol kekuasaan agar tidak menghasilkan penyalahgunaan wewenang.
Demokrasi berkaitan dengan teori kedaulatan rakyat, bahwa segala kekuasaan di suatu negara bersumber pada individu-individu. Individu-individu ini pada awalnya merupakan orang bebas dan kemudian membentuk negara. Di dalam negara tersebut individu-individu menjadi rakyat yang tunduk pada kekuasaan negara. Dengan dmikian, kekuasaan tertinggi dari suatu negara bersumber/ berasal dari rakyat, para pemimpin negara pun dipilih atas kehendak rakyat. Suatu negara yang pemerintahannya berdasarkan kedaulatan rakyat ini dinamakan negara demokrasi.

2.      Maksud dari HAM berdimensi ganda adalah mempunyai dimensi universalitas dan kontekstualitas. Dimensi universalitas, yaitu substansi hak-hak asasi manusia itu pada hakekatnya bersifat umum dan tidak terikat oleh watu dan tempat.  Dimensi kontekstualitas, yaitu menyangkut penerapan hak asasi manusia bila ditinjau dari tempat berlakunya hak-hak asasi manusia tersebut. Dua dimensi inilah yang memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan ide-ide hak asasi manusia di dalam komunitas kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Oleh sebab itu dengan adanya dua dimensi ini, maka perdebatan mengenai pelaksanaan ide-ide hak asasi manusia yang diletakkan dalam konteks budaya, suku, ras, maupun agama sudah tidak mempunyai tempat lagi atau tidak relevan dengann wacan publik masyarakat modern.  

3.      Teori relativitas kultural berpandangan bahwa nilai-nilai moral dan budaya bersifat partikular/ khusus. Hal ini berarti bahwa nilai-nilai moral HAM bersifat lokal dan spesifik sehingga berlaku khusus pada suatu negara.

4.      Contoh nilai-nilai HAM :
1.         Universal Declaration of Human Rights, menyatakan bahwa setiap orang mempunyai:
a.         Hak untuk hidup
b.        Kemerdekaan dan keamanan badan
c.         Hak untuk diakui kepribadiannya menurut hokum
d.        Hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hokum
e.         Hak untuk mendapatkan jaminan hukum dalam perkara pidana seperti di periksa di muka umum, dianggap tidak bersalah, kecuali ada bukti yang sah.
f.         Hak untuk keluar dan masuk wilayah suatu Negara
g.        Hak untuk mendapat hak milik atas benda
h.        Hak untuk bebas mengutarakan pikiran dan perasaan
i.          Hak untuk bebas memeluk agama serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat
j.          Hak untuk berapat dan berkumpul
k.        Hak untuk mandapatkan jaminan social
l.          Hak untuk mendapatkan pekerjaan
m.      Hak untuk berdagang
n.        Hak untuk mendapatkan pendidikan
o.        Hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan dalam masyarakat
p.        Hak untuk menikamati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan.
2.         Piagam Madinah
a.         Semua pemeluk islam adalah satu umat walupun mereka berbeda suku bangsa.
b.        Hubungan antara komunitas muslim dan non muslim di dasarkan pada prinsip-prinsip:
ü  Berinteraksi secara baik dengan sesama tetangga
ü  Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama
ü  Membela mereka yang teraniaya
ü  Menghormati kebebasan beragama
ü  Saling menasihati
3.         Pasal-pasal yang berkaitan dengan HAM dalam deklarasi Kairo
4.         Dalam Deklarasi Universal tentang HAM atau yang dikenal dengan DUHAM. 

Link download the document is Here

Tugas 3 PEND. AGAMA ISLAM (MKDU4211)

TUGAS 3
1.      Jelaskan pandangan saudara tentang kontribusi agama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa!
2.      Di antara prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Al-quran untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa adalah prinsip persamaan, persatuan dan tolong-menolong. Jelaskan maksud masing-masing prinsip tersebut!
3.      Musyawarah adalah salah satu cara yang sangat dianjurkan oleh agama Islam dalam memecahkan masalah yang timbul dalam masyarakat. Bagaimana pandangan Islam tentang musyawarah dan apa kaitannya dengan usaha mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa?
Rambu-rambu Jawaban Tugas 3
1.      Untuk menjawab soal nomor 1 Anda harus lebih teliti ketika membaca bahan ajar pada Kegiatan Belajar 1, khususnya di bagian awal. Anda dituntut untuk dapat menyerap maksud dan pokok-pokok pikiran yang ada dalam tulisan tersebut kemudian Anda coba untuk memformulasikan dalam kalimat yang baik seperti yang Anda pahami.
2.      Sedangkan dalam soal nomor dua soalnya cukup jelas dan saya kira mudah untuk dipahami. Yang harus Anda lakukan hanyalah membaca kembali poin-poin di atas dan akan lebih baik setiap Anda menjelaskan pengertian prinsip-prinsip tersebut sertakan pula dalil-dalil Al-quran.
3.      Dalam soal yang ketiga ini khusus prinsip musyawarah harus Anda pahami. Cara menjawabnya Anda dapat memulainya dari menjelaskan pengertian musyawarah dari segi bahasa, kemudian menurut istilah dan teruskan dengan menjelaskan tentang arti penting musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik untuk dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan.
Jawaban :
1.      Al-Quran menggambarkan persatuan dari berbagai sisi. Pertama, Al-Quran mengisyaratkan bahwa kecenderungan untuk bersatu, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi manusia. Sejak umat pertama tercipta dan menghuni dunia, saat itu pula keinginan untuk bersatu muncul. Manusia, dengan tujuan untuk melangsungkan kehidupan serta mengurangi berbagai kesulitan, saling membantu antara satu dengan yang lainnya. Tetapi, karena berbagai faktor terjadilah pertikaian dan peperangan. Kedua, Al-Quran menjelaskan bahwa salah satu tugas kenabian adalah meluruskan perselisihan yang terjadi di tengah umat serta mengembalikannya kepada seruan Al-Quran. Ketiga, Quran menyebutkan tentang dampak dan pengaruh persatuan. Misalnya, dengan persatuan, umat Islam akan mencapai kemenangan serta kemuliaan. Selain itu, masih banyak sisi-sisi lainnya yang dijelaskan dalam Al-Quran. Dengan terciptanya persatuan maka kemenangan dan kemuliaan umat Islam akan tercipta sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Quran.
Al-quran mengajarkan bahwa kehidupan politik harus dilandasi dengan empat hal yang pokok yaitu:
1.         Sebagai bagian untuk melaksanakan amanat.
2.         Sebagai bagian untuk menegakkan hukum dengan adil.
3.         Tetap dalam koridor taat kepada Allah, Rasu-Nya, dan ulil amri.
4.          Selalu berusaha kembali kepada Al-quran dan Sunnah Nabi SAW.
Islam memberi kontribusi bagaimana seharusnya memilih dan mengangkat seorang yang akan diberi amanah untuk memegang kekuasaan politik. 
Secara naluriah manusia tidak dapat hidup secara individual. Sifat sosial pada hakikatnya adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT agar manusia dapat menjalani hidupnya dengan baik. Dalam faktanya manusia memiliki banyak perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya, di samping tentunya sejumlah persamaan. Perbedaan tersebut kalau tidak dikelola dengan baik tentu akan menimbulkan konflik dan perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat. Dari kenyataan tersebut perlu dicari sebuah cara untuk dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan. Pendekatan terbaik untuk melakukan tersebut adalah melalui agama. Secara normatif agama Islam lebih khusus Al-quran banyak memberi tuntunan dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan.
2.      prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Al-quran untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa :
a.         Prinsip persatuan, Al-Quran menggambarkan persatuan dari berbagai sisi. Pertama, Al-Quran mengisyaratkan bahwa kecenderungan untuk bersatu, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi manusia. Sejak umat pertama tercipta dan menghuni dunia, saat itu pula keinginan untuk bersatu muncul. Manusia, dengan tujuan untuk melangsungkan kehidupan serta mengurangi berbagai kesulitan, saling membantu antara satu dengan yang lainnya. Tetapi, karena berbagai faktor terjadilah pertikaian dan peperangan. Kedua, Al-Quran menjelaskan bahwa salah satu tugas kenabian adalah meluruskan perselisihan yang terjadi di tengah umat serta mengembalikannya kepada seruan Al-Quran. Ketiga, Quran menyebutkan tentang dampak dan pengaruh persatuan. Misalnya, dengan persatuan, umat Islam akan mencapai kemenangan serta kemuliaan. Selain itu, masih banyak sisi-sisi lainnya yang dijelaskan dalam Al-Quran. Dengan terciptanya persatuan maka kemenangan dan kemuliaan umat Islam akan tercipta sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Quran. Oleh sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukan persatuan, sebab ancaman yang akan menghancurkan umat Islam sudah didepan mata.
b.         Prinsip persamaan, Ayat di dibawah ini secara gamblang mendeskripsikan proses kejadian manusia.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki  seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-HUjarat/49:13).
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari pasangan laki-laki dan perempuan. Kemudian dari pasangan tersebut lahir pasangan-pasangan lainnya. Dengan demikian, pada hakekatnya, manusia itu adalah “satu keluarga”. Proses penciptaan yang “seragam” itu merupakan bukti bahwa pada dasarnya semua manusia adalah sama. Karena itu, manusia memiliki kedudukan yang sama.
c.         Prinsip tolong-menolong, Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda,
''Dunia ini hanya untuk empat golongan manusia: (satu di antaranya) hamba Allah yang mendapat harta dan ilmu, lalu ia bertakwa kepada Allah dalam mengelola hartanya tersebut, dan menyambung silaturahim, dan ia sadar bahwa hartanya itu adalah hak Allah. Itulah kedudukan yang paling baik (bagi seorang hamba Allah).''
Islam mengajarkan bahwa harta dan kekayaan mengandung fungsi sosial dan merupakan sumber kehidupan bagi anggota masyarakat lainnya. Dalam rangka menegakkan dasar-dasar kehidupan bersama serta mewujudkan tatanan sosial dan ekonomi berkeadilan, maka sangat diperlukan semangat tolong-menolong di antara seluruh lapisan masyarakat. Pujangga Islam A Hamid Al Chatib berkata, ''Persaudaraan dalam Islam takkan berdiri kecuali dengan jalan tolong-menolong.''  Tolong-menolong yang dimaksud di sini tiada lain dalam konteks kebaikan dan ketakwaan kepada Tuhan. Sebaliknya, Islam melarang tolong-menolong yang menjurus kepada dosa dan permusuhan. Guru besar Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Sayid Sabiq, ketika menjelaskan makna ayat Alquran surat Al-Hujurat ayat 10 'Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara', antara lain menulis, ''Arti persaudaraan di sini, yang kuat melindungi yang lemah, yang kaya bersedia membantu yang miskin. Tidak ada arti lain bagi persaudaraan yang dimaksudkan oleh Islam kecuali dengan kriteria di atas.'' (Anashirul Quwwah Fil Islam).
Dalam kaitan ini Islam menekankan pentingnya perbuatan kedermawanan atau filantropi, yaitu kewajiban menunaikan zakat, sedekah sunah, infak, wakaf, hibah, hadiah, serta wasiat. Infak, sedekah, dan zakat saling terkait satu sama lain. Infak secara umum artinya pengeluaran. Ini adalah konsep besarnya. Infak terbagi dua, yaitu infak wajib, terdiri atas nafkah keluarga dan zakat, dan infak sunat, yaitu sedekah.
3.      Musyawarah menurut bahasa berasal Syawara yaitu berasal dari Bahasa Arab yang berarti berunding, urun rembuk atau mengatakan dan mengajukan sesuatu. Sedang menurut istilah; musyawarah adalah perundingan antara dua orang atau lebih untuk memutuskan masalah secara bersama-sama sesuai dengan yang diperintahkan Allah. 
istilah-istilah lain dalam tata Negara Indonesia dan kehidupan modern tentang musyawarah dikenal dengan sebutan “syuro”, “rembug desa”, “kerapatan nagari” bahkan “demokrasi” Kewajiban musyawarah hanya untuk urusan keduniawiansedangkan musyawarah dalam Islam adalah tukar pendapat antara orang-orang yang mempunyai pemikiran yang cerdas dari ahlul halli wal aqdi,  untuk sampai pada keputusan terbaik dalam menerapkan hukum Allah atas manusia. Oleh karena itu masyarakat dalam Islam sangat mulia, karena ia adalah perintah Allah, tidak boleh bagi penguasa menghapusnya untuk memaksakan kekuasaannya pada manusia:
(Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.) (QS. Ali Imran: 156)
(Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; ) (QS. Asssyuura: 38)
Jadi musyawarah adalah merupakan suatu upaya untuk memecahkan persoalan (mencari jalan keluar) guna mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian atau pemecahan masalah yang menyangkut urusan keduniawian.

Link download the document is Here


Jumat, 17 November 2017

Tugas 2 PEND. KEWARGANEGARAAN (MKDU4111)

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1.      Jelaskan cakupan politik nasional!
2.      Faktor-faktor apa yang mempengaruhi politik nasional?
3.      Jelaskan komponen-komponen dalam konsep strategi?
4.      Jelaskan dimensi paradoksial yang mengiringi tingkah laku manusia dan dinamika masyarakat dalam mencapai tujuan!
Jawaban :
1.      Cakupan politik nasional :
ü Politik dalam negeri, yang diarahkan kepada mengangkat, meninggikan, dan memelihara harkat, derajat dan potensi rakyat Indonesia yang pernah mengalami kehinaan dan kemelaratan akibat penjajahan menuju sifat-sifat bangsa yang terhormat dan dapat dibanggakan.
ü Politik luar negeri yang bersifat bebas aktif anti impearialisme dan konolialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat serta diarahkan kepada pembentukan solidaritas antar bangsa terutama bangsa-bangsa Asia Afrika dan negara-negara non-aligned.
ü Politik ekonomi yang bersifat swasembada/swadadaya dengan tidak berarti mengisolasi diri tetapi diarahkan kepada peningkatan taraf hidup dan daya kreasi rakyat Indonesia sebesar-besarnya.
ü Politik pertahanan–keamanan (HANKAM) yang bersifat defensif aktif dan diarahkan kepada pengamanan serta perlindungan bangsa dan negara serta usaha-usaha nasional dan penanggulangan segala macam tantangan,ancaman dan hambatan.

2.      Faktor-faktor apa yang mempengaruhi politik nasional :
ü Ideologi dan politik
ü Ekonomi
ü Sosial budaya
ü Pertahanan keamanan (HANKAM)

3.      Komponen-komponen dalam konsep strategi:
ü  Ada tujuan yang ingin dicapai yaitu menentukan sasaran apa yang ditujukan atau yang ingin dicapai.
ü  Ada sarana yang digunakan yaitu untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut perlu di iringi dengan pertimbangan tentang kebutuhan dan penggunaan berbagai sumber dan sarana.
ü  Ada tata cara penggunaan sarana tersebut untuk mencapai tujuan. Setelah sasaran-sasaran sudah ditetapkan dan sarana telah di peroleh, maka selanjutnya adalah menentukan cara-cara bertindak yang perlu ditempuh dan bermanfaat dalam pencapaian sasaran.

4.      Dimensi paradoksial mengiringi tingkah laku manusia dengan mencipakansuatu konsep tentang adanya tindakan yang baik dan buruk. Konsep ini memberikan reward pada masyarakat yang bersikap baik dan memojokkan msayrakat yang dipandang beriskap buruk.
Dalam mencapai tujuannya, masyarakat sering mengalami suatu dinamika yang disebut dengan konflik.
Dimensi paradoksial yang mempunyai tingkah laku manusia dan dinamika masyarakat  :
ü  Kemudahan – kesulitan
ü  Kompromi – konflik
ü  Keseimbangan – tidak keseimbangan
ü  Kekuatan – kelemahan
ü  Kurang baik – lebih baik


 Link download the document is Here

Tugas 2 PEND. AGAMA ISLAM (MKDU4211)

1.      Jelaskan pengertian akhlak mulia dan akhlak tercela!
2.      Sebutkan dan jelaskan sendi-sendi akhlak mulia dan akhlak tercela menurut Imam al-Ghazali!
3.      Sebutkan sebagian akhlak terhadap Allah! Jelaskan dan tulis sebagian ayat al-Qur’an yang berkaitan dengannya!
4.      Mengapa kita harus berakhlak mulia kepada orang tua? Tulis ayat al-Qur’an yang berkaitan dengannya!
5.      Jelaskan pengertian tasamuh, taawun, dan musawah diserta ayat al-Qur’an!
6.      Bagaimana perwujudan akhlak terhadap alam?
JAWABAN :
1.      Akhlak mulia adalah akhlak yang sesuai dengan ketentuan-ketentuanan yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya sedangkan akhlak tercela ialah yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah dan rasul-Nya.

2.      Menurut Imam Al-Ghazali ada empat sendi atau akhlak batin yang baik yangmenjadi dasar bagi perbuatan-perbuatan baik dan ada empat sendi akhlak batin yangtercela yang menjadi dasar bagi perbuatan-perbuatan tercela.Sendi akhlak batin yang baik itu adalah sebagai berikut :
ü  Kekuatan ilmu yang berwujud hikmah, yaitu kebijaksanaan yang artinya adalahkeadaan jiwa yang bisa menentukan antara hal-hal yang benar dan hal-hal yangsalah.
ü  Kekuatan amarah yang wujudnya adalah berani, yaitu keadaan kekuatan amarahyang tunduk kepada akal pada waktu dinyatakan atau dikekang.
ü  Kekuatan nafsu syahwat (keinginan) yang wujudnya adalahiffah, yaitu keadaansyahwat yang terdidik oleh akal.
ü  Kekuatan keseimbangan diantara yang tiga di atas. Wujudnya adalah adil, yaknikekuatan jiwa yang menuntun amarah dan keinginan sesuai dengan apa yangdikehendaki oleh hikmah (kebaikan dan kebijaksanaan).
Sendi-sendi akhlak tercela menurut Imam Al Gazali:
ü  Keji, pintar busuk, bodoh, yaitu keadaan jiwa yang terlalu pintar atau tidak bisa menentukan yang benar di antara yangsalah karena kebodohanya;
ü  Berani tapi sembrono, penakut dan lemah, yaitu kekuatan amarah yang tidak bisa dikekang atau tidak pernah dilakukan, sekalipun sesuai dengan kehendak akal;
ü  Rakus dan statis, yaitu keadaan syahwat yang tidak terdidik oleh akal dan syariat agama, berarti ia bisa berlebihan atau sama sekali tidak berfungsi.
ü  Aniaya, yaitu kekuatan syahwat dan amarah yang tidak terbimbing oleh hikmah.

3.      Sebagian akhlak terhadap Allah :
a)    Menauhidkan artinya mengesakan bahwa Allah adalah pencipta; bahwa Allah yang wajib disembah oleh kita, bahwa Allah memiliki sifat sempurna dan jauh dari sifat kurang.
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. 1.Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Tunggal, 2. Allah Yang Kekal; 3. Dia tidak beranak, serta Dia tidak pula diperanakkan, 4.serta tiada satupun yang setara dengan Dia." (QS: Al Ikhlas/112: 1-4)
b)      Beribadah karena Allah pencipta maka kita harus beribadah kepada-Nya
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya merka menyembah-Ku (QS. Adz-Dzaariyaat/51:56)
“Dan manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan norang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (QS. Al Baqoroh/2:21)
c)    Bersyukur adalah berterima kasih kepada Allah atas karunia dan nikmat yang sudah diberikan.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan nikmat kepaamu, jika kamu mengingkari nikmat_ku maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim/14:7)
“Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqarah/2:152)
d)   Takwa adalah Melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi segala larangan-Nya.
“Hai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan dari satu diri (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan pasangannya (Hawa). Dan dari keduannya Allah mengebangbiakkan banyak laki-laki dan perempuan. Bertakwalah kepada Allah dimana kalian saling pinta meminta sesame kalian dengan menggunakan nama-Nya, lagi pula peliharalah hubungan kasih sayang antara kalian. Sesungguhnya Allah itu adalah pengawas kalian.” (QS. An-Nisa /4;4)
e)    Tawakal adalah sikap pasrah kepada Allah atas semua ketentuan-Nya sambil berusaha.
“Maka apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.”(QS. Ali Imran : 159

4.      Kita harus berbakti kepada orang tua karena itu adalah perintah Allah SWT dan Rasulullah, Karena orang tua adalah mereka yang paling dekat dengan kita, sejak masih dalam kandungan hingga remaja dan dewasa merekalah yang paling dekat, orang tua yang selalu mencurahkan kasih sayangnya tanpa mengaharapkan pamrih apapun dari kita.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuamu ibu bapak, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan semakin bertambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tua ibu bapakmu.” (QS. Luqman/31:14)
Tak hanya dalah ayat Al-Qur’an saja, bahasan tentang akhlak kepada orang tua pun tertulis dalam sebuah hadis, Abdullah bin Umar, Rasulullah berpesan, “Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua . (HR.Tirmizi, dishahihkan Ibnu Hibban dan Hakim).

5.      Penjelasan :
ü  Tasamuh adalah menghormati keyakinan orang lain yang berbeda.“Tidak ada paksaan dalam agama, telah jelas mana yang baik dan yang mana yang buruk.” (QS. Al Baqarah/2:256). “Dan apabila Tuhanmu menghendaki niscaya semua manusia akan beriman kepada Allah, apakah engkau akan memaksa manusia sehinga mereka beriman.” (QS. Yunus/1:99)
ü  Taawun adalah tolong menolong dalam kebaikan untuk menggapai ridho Allah.“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam mengerjakan dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat besar siksa-Nya.” (QS. Al-Maaidah/5:2)
ü  Musawah adalah persamaan dalam hidup bermasyarakat maupun persamaan dalam hukum.“Wahai manusia sesungguhnya Aku telah menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan kemudian Aku jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal, sesungguhnya semulia-mulianya kalian disisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara kalian.” (QS Al-Hujurat/49:13)

6.      Perwujudan akhlak terhadap alam:
ü  Tidak mengekspoitasi sumber daya alam secara berlebihan yang berpotensi merusak tatanan siklus alamiah,
ü  Tidak membuang limbah secara sembarangan yang dapat merusak lingkungan alam,

ü  Secara lebih detail dan individual, agama misalnya melarang binatang atau di bawah pohon yang rindang (karena membuat tidak nyaman orang yang bernaung dibawahnya).

Link download the document is Here
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...